MANADOTRIBUNE.COM – Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Percetakan, Penerbitan dan Media Informasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sulawesi Utara (PD FSP PPMI SPSI Sulut), kini fokus melakukan konsolidasi organisasi.
Penegasan ini diutarakan Ketua PD FSP PPMI SPSI Sulut, Aswin D Lumintang kepada manadotribune.com, Selasa (11/08/2026), di Sekretariat KSPSI AGN Sulut, Jalan 17 Agustus, Kel Bumi Beringin, Kota Manado.
Aswin Lumintang mengatakan, verifikasi organisasi buruh pekerja yang dilakukan Kementerian Tenaga Kerja, memberikan pelajaran bahwa konsolidasi organisasi hingga tingkat Pengurus Cabang dan Pimpinan Unit Kerja merupakan hal penting.
‘’Saat ini kami akan melakukan pengecekan ke Pengurus Cabang dan PUK yang ada di kabupaten/kota di Sulawesi Utara, ‘’ ujar Aswin yang juga Sekretaris DPD KSPSI AGN Sulawesi Utara.

DEMO DAMAI – KSPSI AGN saat melakukan demo damai di May Day Sulut 2026 di Taman Kesatuan Bangsa Manado
Penasehat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulut ini mengakui, sebagian besar anggota FSP PPMI SPSI Sulut bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang media, terutama media online.
‘’Jadi rencananya selain memperjuangkan hak-hak buruh pekerja. Kami (FSP PPMI SPSI Sulut) akan melakukan komunikasi, koordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informasi baik provinsi maupun kabupaten/kota. Kami akan meminta perhatian pemerintah daerah terkait keberlangsungan perusahaan media. Tolong pemerintah bantulah kami perusahaan media dengan memperbesar platform kerjasamanya, ‘’ ujar Aswin meyakinkan.
Aswin Lumintang menegaskan, FSP PPMI SPSI, sebagai satu di antara federasi yang beraliansi dengan KSPSI AGN akan memperjuangkan kontrak kerjasama Dinas Kominfo Sulut dan Kabupaten/Kota agar lebih baik lagi.
‘’Ingat pers merupakan pilar keempat demokrasi. Tapi, kalau perusahaan medianya sakit, maka akan mempengaruhi informasi publik dari pemerintah ke masyarakat dan sebaliknya. Jadi, intinya kalau perusahaan media banyak yang sakit, pemerintah harus bantu beri obatnya supaya keseimbangan komunikasi dan informasi kembali menjadi baik, ‘’ ujar Aswin yang juga Kabid Media Hukum dan Humas FKPT Sulut.

Aswin juga menambahkan, pihaknya selama ini telah menangani beberapa kasus buruh pekerja. Di antaranya kasus pekerja di Lembaga Pendidikan Amadeus, kasus pekerja di Perusahaan Parama, kasus pekerja RSU Kasih Ibu, kasus pekerja di SSBI dan lainnya.
Hanya dia mengatakan, pihaknya dalam menangani kasus akan memprioritaskan kasus yang dialami oleh anggota federasi. ‘’Jadi kalau kasus buruh pekerja yang melibatkan anggota kami, tentu itu menjadi prioritas dalam penanganan, ‘’ ujar Aswin mengakhiri perbincangan.(MDT)






