KSPSI Sulut Salurkan 1.000 Masker, Beras, Minyak Goreng dan Gula ke Buruh Pekerja

DPD KSPSI Sulut bersama Ketua Tommy Sampelan, SE dan Aswin Lumintang, S.Sos serta pengurus lainnya membagikan bahan kebutuhan pokok dan 1000 masker ke buruh pekerja
DPD KSPSI Sulut bersama Ketua Tommy Sampelan, SE dan Aswin Lumintang, S.Sos serta pengurus lainnya membagikan bahan kebutuhan pokok dan 1000 masker ke buruh pekerja

MANADOTRIBUNE.COM – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas buruh pekerja di tengah dampak asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diwujudkan oleh DPD KSPSI Sulawesi Utara melalui aksi sosial di sejumlah titik di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Ketua KSPSI Sulawesi Utara Tommy Sampelan, didampingi Sekretaris Aswin Lumintang bersama jajaran pengurus dan beberapa Federasi yang beraliansi dengan KSPSI Sulut, turun langsung dalam kegiatan “Peduli Asap Karhutla” dengan menyalurkan ribuan masker KN95 kepada masyarakat umum serta ratusan paket bahan pokok bagi pekerja rentan. Sabtu 24/10-2026 di Zero Point Manado.

Ketua KSPSI Sulut, Tommy Sampelan sedang membagikan masker


Aksi kemanusiaan ini menjadi bentuk nyata solidaritas kaum buruh terhadap masyarakat yang terdampak kondisi kualitas udara akibat asap Karhutla.


Masker KN95 diberikan kepada masyarakat sebagai langkah perlindungan awal dari paparan udara yang berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi mereka yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.


Sementara itu, Sekretaris KSPSI Sulut, Aswin Lumintang menambahkan, bantuan bahan pokok secara khusus diarahkan kepada kelompok pekerja rentan, di antaranya pekerja konstruksi, pengemudi ojek online (ojol), pekerja kebersihan, serta penyapu jalan yang setiap hari harus berada di ruang terbuka untuk menjalankan aktivitas dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Pengurus DPD KSPSI Sulut di sela-sela pembagian masker dan kebutuhan pokok

Sedangkan Tommy menjelaskan, kegiatan tersebut lahir dari keprihatinan KSPSI Sulut terhadap kondisi masyarakat dan pekerja yang tetap harus menjalankan aktivitas ekonomi meskipun menghadapi risiko akibat menurunnya kualitas udara.


“Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat, khususnya rekan-rekan pekerja yang tetap harus bekerja di tengah kondisi udara yang kurang sehat. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban sekaligus membantu mereka menjaga kesehatan,” ujar Tommy yang saat itu bersama Aswin dan beberapa pengurus DPD KSPSI Sulut lainnya.


Menurutnya, dampak asap Karhutla tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga berpotensi memengaruhi produktivitas ekonomi masyarakat. Terbatasnya aktivitas luar ruangan dapat memberikan tekanan tambahan bagi pekerja yang menggantungkan penghasilan dari pekerjaan harian.


Karena itu, KSPSI Sulut memandang solidaritas sosial sebagai bagian penting dari perjuangan organisasi buruh.
“Pekerja konstruksi, ojol, pekerja sampah dan penyapu jalan merupakan bagian dari masyarakat yang sangat membutuhkan perhatian. Mereka tetap bekerja agar roda kehidupan dan perekonomian terus bergerak,” tambahnya.


Tommy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota KSPSI Sulawesi Utara yang secara swadaya turut menopang pelaksanaan kegiatan tersebut, serta kepada para donatur yang memberikan dukungan.


“Kami berterima kasih kepada kawan-kawan pengurus dan anggota KSPSI yang secara swadaya membantu kegiatan ini, disamping dukungan dari para donatur. Ini adalah kerja bersama, sebagai wujud solidaritas dan kepedulian,” ungkapnya.


Bagi KSPSI Sulut, aksi tersebut bukan sekadar pembagian masker dan bahan pokok, tetapi juga pesan bahwa gerakan buruh memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan yang dirasakan masyarakat luas.


Ke depan, kegiatan sosial serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan. KSPSI Sulut telah merencanakan perluasan aksi kepedulian ke Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, serta Terminal Kota Bitung.


Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen KSPSI-AGN Sulut untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat dan pekerja, terutama mereka yang berada di garis depan aktivitas ekonomi sehari-hari.


Dari kepedulian lahir solidaritas. Dari solidaritas, tumbuh kekuatan untuk menjaga kesehatan, martabat, dan kesejahteraan pekerja serta masyarakat Sulawesi Utara.

‘’Tadi yang kami salurkan 1.000 masker jenis KN95, beras, minyak goreng dan gula. Ini kami berikan ke buruh pekerja yang merupakan anggota KSPSI dan beberapa federasi yang beraliansi dengan kami, ‘’ ujar Aswin mengakhiri perbincangan.(ADO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *