Catatan: Michael G. Tumiwang (UKW6508)
Banyak penggemar tontonan sepakbola dan bahkan pendukung tim nasional Indonesia merasa kecewa atas laga yang berlangsung Senin (03/08/2026) di Pakansari Bogor, ketika timnas Garuda menjamu Vietnam.
Ketika kick off dimulai pukul 20.30 Wib, harapan seluruh warga Indonesia untuk dapat meraih tiket ke Semi final sangat besar, sayangnya kerinduan itu harus pupus ketika permainan baru berjalan 5 menit.
Vietnam berhasil membobol gawang Indonesia yang dijaga Nadeo Argawinata, karena kecorobohan pemain bertahan yang tak lain adalah Kapten Timnas Indonesia Rizky Ridho, hingga kedudukan menjadi 1 – 0 untuk Vietnam.
Bukannya belajar dari kesalahan pertama, sang kapten justru membuat kesalahan yang sama kedua kali dan membiarkan posisi pertahanan kanan kosong yang akhirnya tidak disia-siakan pemain lawan, dan gol pun tercipta pada menit ke 14 merubah kedudukan menjadi 2-0.
Meskipun mencoba bangkit dan menyerang pertahanan Vietnam, namun karena formasi yang digunakan 3-5-2 dan serangan dari arah tengah bahkan sayap dari timnas Indonesia, justru tidak dapat merubah hasil hingga babak pertama usai.
Memasuki babak ke 2 John Herdman sang pelatih bukannya merubah formasi dan memasukan pemain-pemain yang memiliki daya gedor dan penguasaan bola yang baik, mantan pelatih Kanada ini justru tetap mempertahankan formasi seperti pada babak pertama dan melakukan pergantian pemain dengan tetap mengandalkan 3 pemain bertahan.
“Mungkin John Herdman berpikir bahwa timnas Vietnam sama seperti Timnas Kamboja dan Timor Leste yang bisa dikalahkan dengan mudah menggunakan formasi 3 bek, 4 pemain tengah dan 3 pemain depan,” celoteh Boy sahabat saya yang turut menyaksikan jalannya pertandingan sejak kickoff dimulai.
Alhasil, bukannya memperkecil ketertinggalan, timnas Indonesia justru harus kebobolan kembali pada menit ke 70 melalui gol pemain pengganti Vietnam yang baru masuk pada menit ke 63, dan skor 3-0 untuk Vietnam hingga peluit babak ke 2 berbunyi.
Kini, Timnas Indonesia harus kembali ke peringkat ketiga klasemen Grup A Piala AFF 2026. Padahal peluang untuk berada pada posisi semifinal sangat besar, jika saja para pemain lini belakang lebih disiplin dan John Herdman tidak mengambil resiko memainkan 3 orang bek.
Sayangnya nasi sudah jadi bubur, meskipun kans tim besutan John Herdman masih terbuka, namun jalan menuju ke semifinal tidak akan mudah.
Pasalnya, Indonesia harus melakoni laga tandang melawan Timnas Singapura yang juga punya peluang besar lolos ke babak semifinal karena sudah mengantongi 7 poin, dan Singapura hanya butuh hasil imbang. Sedangkan Indonesia, mau tidak mau harus memenangkan laga terakhirnya melawan Singapura pada (07/08/26) nanti.
Siap Berbenah
Dalam sesi konferensi pers selepas pertandingan, Herdman menegaskan dirinya belum ingin mengambil keputusan karena masih sangat emosional setelah mengalami kekalahan.
Namun, ia tak menampik bahwa ada beberapa aspek yang harus segera dibenahi sebelum menghadapi Singapura pada laga berikutnya.
“Ini masih sangat awal dan emosinya masih tinggi setelah pertandingan. Kami harus melihat pertandingan ini dengan kepala dingin. Kami ingin tim bermain sepak bola, menekan lawan, dan membangun serangan dari belakang. Itu penting untuk proses perkembangan kami. Kami akan terus berkembang. Kami harus menerima pukulan ini. Kami tidak boleh membuang muka. Kami harus mengakui kesalahan, belajar darinya, dan tetap bersatu karena kami masih memiliki pertandingan besar berikutnya,” kilah Herdman.(*)






