Ketua FKPT Sulut Dorong Enumerator Survei IRT BNPT Tuntaskan Tugas

Peneliti Prof Dr Ahmad Rajafi, M.HI dan Asisten Peneliti, Johnny Alexander Suak, SE, MSi sedang memberikan arahan kepada enumerator
Peneliti Prof Dr Ahmad Rajafi, M.HI dan Asisten Peneliti, Johnny Alexander Suak, SE, MSi sedang memberikan arahan kepada enumerator

MANADOTRIBUNE.COM – Survei Indeks Risiko Terorisme (IRT) yang digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Utara tahun 2025 mencatat capaian penting, hingga Rabu (1/10) sore pukul 18.56 WITA, progres survei di Sulut sudah menembus 50%.

Rinciannya, capaian kerja tim pelaksana sudah di angka 54,74%, sementara target responden tercapai 50%.

Meski sudah setengah jalan, Ketua FKPT Sulut Johnny Alexander Suak, SE, M.Si menegaskan bahwa perjuangan belum selesai.

“Capaian 50% adalah langkah maju, tetapi pekerjaan kita belum selesai. Survei IRT bukan sekadar angka, melainkan upaya bersama untuk memahami dan mencegah potensi ancaman terorisme di Sulut. Kami mengajak semua pihak untuk bersinergi agar target 100% segera tercapai,” ujar mantan Komisioner Bawaslu Sulut ini.

Kenapa Survei Ini Penting?

Survei IRT tidak hanya berhenti pada angka statistik. Data yang dikumpulkan akan menjadi peta risiko terorisme di tingkat lokal, sekaligus dasar bagi pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat dalam merancang strategi pencegahan.

Bagi Sulawesi Utara, yang merupakan wilayah perbatasan dan pintu gerbang internasional, hasil survei ini akan sangat menentukan arah kebijakan keamanan dan ketahanan sosial masyarakat.

Harapan dan Tantangan

Proses survei masih menghadapi tantangan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau. Karena itu, tim enumerator terus mengupayakan pendekatan jemput bola. Dukungan pemerintah daerah, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat sipil juga sangat dibutuhkan agar survei berjalan lancar.

“Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin kuat pula data yang kita peroleh. Ini bukan hanya kerja FKPT, tapi kerja kita semua sebagai warga Sulut,” tambah Prof Dr Ahmad Rajafi, Kabid Penelitian FKPT Sulut, Kamis (02/10/2025)

FKPT Sulut menargetkan survei bisa rampung 100% tepat waktu. Setelah data terkumpul, hasil survei akan dianalisis dan dipublikasikan secara terukur untuk membangun kesadaran bersama tentang bahaya radikalisme dan terorisme.

Masyarakat pun diimbau untuk ikut berpartisipasi aktif, baik sebagai responden maupun mitra dalam membangun Sulawesi Utara yang aman, damai, dan bebas dari ancaman terorisme.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *