MANADOTRIBUNE.COM – Menyikapi Forum Diskusi Ketenagakerjaan yang diadakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah (Disnakertrans) Sulawesi Utara, di Aula Disnakertrans Sulut, Rabu (10/09/2025), lalu.
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Sulut, Tommy Sampelan SE mengatakan, pihaknya mengapresiasi positif terselenggaranya Diskusi Ketenagakerjaan tersebut.
‘’Ini menunjukkan bahwa Disnakertrans responsive terkait kasus-kasus buruh/pekerja dan tuntutan organisasi buruh ke Pemprov Sulut yang disampaikan melalui aksi demo damai dan pertemuan dengan Gubernur YSK beberapa waktu lalu, ‘’ ujar Tommy yang juga Ketua FSP NIBA SPSI Sulut, kepada manadotribune.com, Kamis (11/09/2025).
Korlap Demo 2 September 2025 lalu ini mengatakan, persoalan buruh/pekerja sangat kompleks, sehingga instansi teknis seperti Disnakertrans Sulut harus bergerak cepat. ‘’Ingat, kasus-kasus buruh ini merupakan soal kemanusiaan. Apalagi, Pak Gubernur YSK sangat peduli dengan nasib buruh/pekerja di Sulut. Termasuk menyikapi ancaman PHK terhadap karyawan di daerah ini, ‘’ ujar Tommy meyakinkan.

Sementara itu Ketua FSP PPMI SPSI Sulut, Aswin Lumintang meminta hasil diskusi di mana banyak kasus buruh/pekerja yang penanganannya lambat. Adanya dugaan oknum di Disnakertrans ‘bermain mata’ dengan pengusaha di beberapa kasus yang melibatkan pekerja/buruh dan beberapa kasus serta tuntutan buruh yang terangkat di diskusi, harus ditindaklanjuti.
Aswin pun menyentil tuntutan buruh secara nasional termasuk di Sulut yakni; penghapusan sistem outsourcing, menolak kebijakan upah murah, menuntut kenaikan upah minimum tahun 2026 sebesar 8,5-10,5 persen, mendesak pencabutan PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang aturan outsourcing, meminta pemerintah menghentikan gelombang PHK dengan membentuk Satgas khusus, melakukan reformasi pajak dan lainnya.
Beberapa tuntutan juga ikut diutarakan Ketua Korwil KSBSI Sulut, Lucky Sanger, bahkan dia meminta adanya perhatian dari Pemprov Sulut kepada Serikat maupun Federasi Buruh yang ada di daerah ini.
Hadir dan ikut memberikan masukan dan saran terkait persoalan buruh di Sulut antara lain; aktivis buruh Jack Andalangi, Romel Sondakh, Max Bawotong, John Pade dan lainnya.
Diskusi ini dipandu sekaligus dipimpin Kadisnakertrans Sulut, Rahel Ruth Rotinsulu, S.STP, M.Si, didampingi Staf Khusus Gubernur Bidang Tenaga Kerja, Giovany Paulus Kaunang dan perwakilan Desk Ketenagakerjaan Polda Sulut.
Sedangkan peserta diskusi perwakilan Serikat Buruh dan undangan lainnya.








