MANADOTRIBUNE.COM – Rukun Meleloan Pakuure Raya, merupakan komunitas orang Pakuure yang berada di Kota Manado, Kota Tomohon dan sekitarnya. Wadah yang telah ada sejak tahun 1980-an ini terus eksis hingga saat ini.
Pada pertemuan sekaligus ibadah Rukun Meleloan Pakuure di Bulan Januari 2025 lalu, bertempat pada Pdt Detje Mamangkey-Mongkau, S.Th telah terpilih kepengurusan yang baru. Kemudian pada pertemuan Pengurus Rukun perdana di rumah Bendahara Rukun, Dantje Poluan, Selasa (25/02/2025), telah melengkapi keseluruhan pengurus Rukun Meleloan Pakuure Raya.
Tampak dalam susunan kepengurusan Rukun Meleloan Pakuure Raya Tahun 2025 antara masuk dalam unsur Penasehat Ronny Erungan, Joppie, Lody Palit.

Kemudian di jajaran pengurus yakni: Ketua Pdt Prof Dr Richard A.D Siwu, MA, STM, Ph.D, Wakil Ketua Bidang Organisasi; Ir Elly Sangian, Wakil Ketua Bidang Rohani; Nontje Mamangkey, Wakil Ketua Bidang Sosial: Jefrie Sangian.
Sedangkan Sekretaris dipercayakan kepada Aswin D Lumintang dengan Wakil Sekretaris Petrus Pangaila, Bendahara; Dantje Poluan dibantu Pdt Detje Mamangkey-Mongkau, S.Th sebagai Wakil Bendahara.
Pendeta Richard Siwu selaku Ketua menyatakan, dia dan kepengurusan yang ada akan melanjutkan program pelayanan yang telah dilakukan oleh pengurus sebelumnya.
Karena itu, pengurus Rukun Meleloan Pakuure Raya akan mendata ulang seluruh orang (tou) Pakuure yang berada di Kota Manado dan Kota Tomohon. Tujuannya agar wadah ini benar-benar bisa menampung selurung orang Pakuure yang berada di luar Desa Pakuure Raya.
‘’Kami juga akan mencoba mensosialisasikan, membudayakan pemakaian bahasa tountemboan. Ya minimal saat di pertemuan Rukun Meleloan bisa berbicara memakai bahasa Tountemboan, ‘’ ujar Pendeta Richard, Kamis (27/02/2025).
Beberapa akademisi hadir dalam pertemuan rukun terakhir antara lain Prof Dr Hanny F Sangian, Dr Shirley Goni. ‘’Saya juga orang Pakuure dan akan hadir dalam pertemuan rukun berikut, ‘’ ujar Prof Dr Tiltje A Ransalele di WAG Rukun Meleloan Pakuure Raya.
Terpisah, Joppie Sangian, mantan Ketua Rukun Meleloan mengatakan, keberadaan rukun ini sudah ada sejak tahun 1971, dia pun menyebutkan beberapa siswa mahasiswa yang sering terlibat di kegiatan Rukun saat itu yakni, Prof Dr Jhon Goni, Eddy Sangian, Olga Lumintang dan beberapa nama lainnya saat itu.
Sedangkan beberapa orangtua yang saat itu terlibat merintis Rukun Pakuure antara lain; Bapak Jan Schalwick, Pdt Marthen Mamangkey, Bapak Jhon Mokalu, Bapak M Walangitan, Bapak Jan Ruru (Kel Ruru-Igir), Bapak Alo Keintjem, Bapak Drs Sinolungan, Bapak Pogaling Nasa, Drs R Mokoagouw, Opa M Mamangkey-Igir dan beberapa tokoh lainnya.
Seperti diketahui nama Pakuure merupakan desa di Kabupaten Minahasa Selatan. Saat ini Pakuure telah berkembang menjadi enam desa. Antara lain; Desa Pakuure, Pakuure Satu, Pakuure Dua, Pakuure Tiga, Pakuure Tinanian, Pakuure Kinamang.
Menariknya, sewaktu keberadaan satu kecamatan masih memungkinkan mewadahi tujuh desa, kawasan Pakuure Raya ini pernah mengusulkan menjadi satu kecamatan tersendiri. Sayangnya saat itu belum terealisasi.
Saat ini enam desa di Pakuure Raya masuk dalam Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).






