Dari Amerika, Eropa, Jakarta Rame-rame Ikut Remboken Pulang Kampung 27-29 September 2026

Beberapa Tokoh Masyarakat asal Remboken yang bakal hadir
Beberapa Tokoh Masyarakat asal Remboken yang bakal hadir

MANADOTRIBUNE.COM – Remboken Pulang Kampung. Gaung ini langsung membumi dan menjadi magnet Tou Remboken di mana saja berada, untuk ikut bersama dalam hajatan besar dan dipastikan akan sangat menyentuh sesama Tou Remboken.

Beberapa tokoh asal Remboken dipastikan akan menghadiri rangkaian Remboken Pulang Kampung, di antaranya Glenny Kairupan, Yulius Selvanus, J. Victor Mailangkay dan Vicky Lumentut.

Ya, kerinduan warga Remboken yang merantau di berbagai daerah dan luar negeri akan kembali menemukan ruang perjumpaan melalui Remboken Pulang Kampung, 27-29 September 2026.

Hal ini mulai tampak dari Warga Remboken yang kini sudah bermukim di Amerika Serikat mulai berdatangan di Kota Manado, Sulut. Mereka akan bergabung dengan warga dan tokoh asal Remboken dari Jakarta, Kalimantan, Eropa serta sejumlah daerah lainnya.

Remboken Pulang Kampung tidak hanya menjadi momentum berkumpul bersama keluarga dan sesama warga perantauan. Sejumlah kegiatan sosial, lingkungan dan penghormatan terhadap sejarah telah disiapkan selama tiga hari kegiatan di Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa.

Rangkaian kegiatan dimulai 27 September dengan kunjungan bakti sosial ke empat panti asuhan dan panti werdha di Kecamatan Remboken. Agenda kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon dan tanaman buah di lingkungan rumah warga, sekolah serta kawasan perkebunan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian warga Remboken terhadap kelestarian lingkungan, termasuk upaya menjaga kondisi kawasan Danau Tondano dan daerah sekitarnya.

Momentum pulang kampung pun tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan kembali ke tanah leluhur, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Salah satu agenda penting dalam Remboken Pulang Kampung adalah peresmian Patung Pierre Tendean, putra Remboken yang dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia. Peresmian patung tersebut direncanakan dihadiri Letjen TNI (Purn) Glenny Kairupan, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Johanes Victor Mailangkay dan Vicky Lumentut.

Kehadiran sejumlah tokoh asal Remboken tersebut diharapkan menambah makna pada momentum penghormatan terhadap Pierre Tendean sekaligus memperkuat ikatan warga dengan sejarah tanah leluhur.

Panitia lokal Remboken Pulang Kampung, James Karinda SH MH, mengatakan, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang untuk mempertemukan kembali warga Remboken dari berbagai penjuru. “Remboken Pulang Kampung bukan hanya tentang kembali ke kampung halaman, tetapi juga mempererat persaudaraan dan memberi sesuatu yang bermanfaat bagi Remboken,” kata James.

Menurut dia, kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan. “Kami ingin momentum ini meninggalkan sesuatu yang baik bagi masyarakat dan lingkungan Remboken,” ujar James.

Pengurus Kerukunan Warga Pakasaan Remboken (KWPR) Sulawesi Utara di bawa kepemimpinan Pdt Renata Ticonuwu, S.Th bersama jajaran pengurus telah mempersiapkan penyambutan para tamu.

Rombongan KWPR Amerika Serikat yang telah tiba di Kota Manado, Sulawesi Utara dipimpin Youbert Kumontoy, bersama Deky Mawikere, Nelce Sumual dan Joula Rompas.

Sementara rombongan dari Jakarta dipimpin Letjen TNI (Purn) Glenny Kairupan dan Ketua Umum KWPR Jakarta Evita Sumayouw.

Rombongan Jakarta juga membawa tim paduan suara untuk ambil bagian dalam rangkaian kegiatan. Acara syukur Remboken Pulang Kampung akan berlangsung di sejumlah lokasi di Kecamatan Remboken.

Persiapan akhir dilakukan panitia lokal bersama pengurus KWPR. Rapat pemantapan digelar di Ananas Manado dan dihadiri Ketua Umum KWPR Evita Sumayouw, Ketua KWPR Amerika Serikat Youbert Kumontoy, Ketua KWPR Sulawesi Utara, Pdt Renata Ticonuwu serta panitia lokal, di antaranya James Karinda, Hendrik Tirajoh dan Dr Jimmy Panelewen.

Pertemuan tersebut membahas pemantapan seluruh rangkaian kegiatan sebelum warga Remboken dari berbagai daerah dan negara berkumpul di tanah leluhur mereka. Bagi warga yang telah lama hidup di perantauan, Remboken Pulang Kampung menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan.

Ia menjadi momentum untuk kembali, bertemu, mengenang sejarah, sekaligus merawat hubungan dengan kampung halaman.

”Pokoknya kami sebagai tuan rumah sudah siap menyambut saudara-saudara kami orang Rembokan yang saat ini sudah bermukim di Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia. Bahkan, hingga yang dari luar negeri terutama dari Amerika Serikat. Sekali lagi kami sudah siap menyambut Tou Remboken dari berbagai daerah dan luar negeri, ” ujar Arthur Timbuleng, Panitia Remboken Pulang Kampung lainnya.(ADO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *