FKPT Sulut Bersama FKDM Gelar Rakor Bahas Sukseskan Paskah Nasional

RAPAT KOORDINASI - FKPT Sulut dan FKDM Sulut, BIN dan tokoh masyarakat daerah ini menggelar rapat koordinasi terkait menjaga keamanan dan menyukseskan Paskah Nasional di Sulawesi Utara.
RAPAT KOORDINASI - FKPT Sulut dan FKDM Sulut, BIN dan tokoh masyarakat daerah ini menggelar rapat koordinasi terkait menjaga keamanan dan menyukseskan Paskah Nasional di Sulawesi Utara.

MANADOTRIBUNE.COM – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Utara menggelar rapat koordinasi bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Sulut dan tokoh masyarakat, pada Senin, 6 April 2026, pukul 12.00 WITA, bertempat di Rumah Kopi Billy, Jalan 17 Agustus, Kota Manado, Sulawesi Utara.


Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua FKPT Sulut, Johnny A. Suak, SE, MSi, dan dihadiri oleh unsur pengurus FKPT Sulut dan FKDM Sulut, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama di Sulawesi Utara.

Di antaranya Diana Sondakh; Sekretaris FKPT Sulut, Aswin Lumintang; Kabid Media Hukum dan Humas FKPT Sulut dan Emro Najoan, Satgas FKPT Sulut/BNPT. Bahkan, hadir juga dari Badan Intelejen (BIN) Sulawesi Utara.


Pada kesempatan itu, Ketua FKPT Sulut menekankan, pentingnya sinergitas antar lembaga dan elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan daerah, khususnya menjelang pelaksanaan Paskah Nasional yang akan digelar pada 8 April 2026.


“Momentum Paskah Nasional merupakan kegiatan keagamaan berskala besar yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak. Kita perlu meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Johnny A. Suak.


Selain membahas kesiapan menghadapi Paskah Nasional, rapat juga menyoroti pengadaan dana hibah melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Utara.

Dana hibah tersebut dinilai sangat penting untuk mendukung pelaksanaan program-program FKPT, khususnya dalam upaya pencegahan radikalisme.


Isu strategis lainnya yang menjadi perhatian dalam rapat ini adalah perkembangan paham radikalisme di Provinsi Sulawesi Utara. Berdasarkan hasil diskusi, penyebaran paham radikal masih menjadi ancaman laten yang kini semakin berkembang melalui media sosial dan menyasar kalangan generasi muda.
Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah preventif melalui peningkatan literasi digital, penguatan wawasan kebangsaan, serta penanaman nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama di tengah masyarakat.


Para tokoh masyarakat dan tokoh agama yang hadir juga diharapkan dapat berperan aktif sebagai garda terdepan dalam menangkal penyebaran paham radikal, melalui pendekatan edukatif dan persuasif di lingkungan masing-masing.


Rapat koordinasi ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat komunikasi, pertukaran informasi, serta deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan di wilayah Sulawesi Utara.


Dengan sinergi yang solid antara FKPT, FKDM, dan masyarakat, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban di Sulawesi Utara tetap terjaga, khususnya menjelang dan selama pelaksanaan Paskah Nasional 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *