MANADOTRIBUNE.COM – Sekitar dua ribuan buruh/pekerja memenuhi Aula Pemerintah Kota Manado bahkan hingga bagian luar tempat diadakan hajatan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2025 tersebut.
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Kapolda Sulut Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie dan Wali Kota Manado, Andrei Angouw.
Kegiatan ini mengusung tema ‘’Merajut Kebersamaan untuk Peningkatan Kesejahteraan Pekerja dan Produktivitas Nasional yang mencerminkan semangat solidaritas dan kolaborasi antara pemerintah, pekerja, serta pelaku usaha demi kemajuan bersama’’.
Wakil Gubernur Victor Mailangkay menyatakan pekerja adalah aset berharga dan pahlawan sejati bagi kemajuan Sulawesi Utara, Kamis (01/05/2025).
“Pekerja yang saya banggakan, Anda adalah pahlawan pembangunan yang sesungguhnya,” tegas Gubernur.
Pesan ini menegaskan betapa besar kontribusi tenaga kerja dalam mendorong kemajuan daerah.
Mailangkay menambahkan bahwa setiap tetes keringat dari para pekerja telah memberikan dampak signifikan bagi kemajuan Sulawesi Utara.
“Mari kita bersama-sama meningkatkan produktivitas dan inovasi kerja. Hanya dengan cara inilah kita dapat bersaing di era globalisasi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Wagub juga menekankan komitmen Gubernur Selvanus untuk meningkatkan kualitas pekerja.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan terus memperkenalkan berbagai kebijakan pro-pekerja, memperkuat dialog antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah, serta menjaga iklim investasi yang kondusif sambil melindungi hak-hak pekerja.
Sebelumnya Ketua Panitia Hari Buruh (Mayday), Tommy Sampelan, SE menyampaikan dalam laporannya bahwaperingatan hari buruh di Sulawesi Utara berbeda dibanding dengan daerah lain di Indonesia yang sering diwarnai dengan pemogokan, unjuk rasa (demo) konvoi turun ke jalan, bakar ban dan blokade jalan hingga membuka mimbar bebas untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan.
“Buruh di Sulawesi Utara berkomitmen di peringatan May Day perayaannya dalam bentuk kegiatan sosial kemanusiaan seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian bahan pokok hingga setiap serikat pekerja/buruh diberikan kesempatan seluasnya untuk menyampaikan aspirasi dihadapan pemangku kepentingan. Cara ini dipandang sangat efektif karena bisa langsung ditindaklanjuti, ‘’ ujar Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Sulut ini, kemarin.
Di kesempatan ini, selaku ketua panitia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Bapak Prabowo Subianto yang telah menetapkan kenaikan upah minimum se-Indonesia tahun 2025 sebesar 6,5 persen. “Ini menunjukkan keberpihakan dan kepedulian seorang kepala negara terhadap nasib buruh Indonesia dan merupakan pertama kali terjadi dalam sejarah perburuhan Indonesia. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih”
Disamping itu, terima kasih kepada Bapak Gubernur Yulius Selvanus, SE yang memiliki komitmen kuat membela nasib buruh di Sulawesi Utara, dimana buruh harus ‘merdeka’ dari penindasan dan perbudakan, buruh harus ‘merdeka’ mendapat akses ekonomi sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan keluarganya.
“Sikap dan terobosan yang dilakukan Bapak Gubernur patut kita dukung bersama menuju Sulut maju, sejahtera dan berkelanjutan, ‘’ ujar Tommy meyakinkan.
Demikian pula bagi Kapolda Sulut IrJen Pol Roycke Langi, MH yang dinilai secara totalitas telah membantu pelaksanaan kegiatan May Day 2025.
“Terima kasih Bapak Kapolda yang telah memback-up keamanan selama kegiatan berlangsung, tapi juga telah menyumbangkan 1.000 paket bahan pokok (beras, gula, minyak goreng) untuk diberikan kepada buruh bahkan sampai menyiapkan armada bus untuk mobilisasi kehadiran dan kepulangan peserta May Day tahun ini. Luar biasa kontribusi Kapolda dan jajaran Polda Sulut. Ini baru pertama kali dialami buruh dalam perayaan May Day, ‘’ ujar Tommy yang saat itu didampingi beberapa perwakilan pimpinan organisasi buruh di Sulawesi Utara
Begitupun Wali Kota Manado Andrei Angouw yang men-support penyelenggaraan kegiatan May Day sehingga boleh berjalan dengan baik dan lancar. “Pak Wali adalah orang baik dan sahabat para buruh. Beliau bukan hanya memfasilitasi tempat dan kebutuhan pelaksanaan sebagai tuan rumah tapi juga membantu menyediakan bahan pokok untuk disalurkan kepada buruh yang hadir dalam perayaan May Day”

Pada kesempatan itu juga dua aktivis buruh Max Bawotong dan Aswin Lumintang mewakili buruh yang ada membacakan beberapa tuntutan buruh. Antara lain; realisasi upah yang layak, penghapusan system Outsourcing, pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), Revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pengesahan RUU Perampasan Aset untuk pemberantasan korupsi, pembentukan satuan tugas pemutusan hubungan kerja (Satgas PHK) dan lainnya.
Aswin, selaku Ketua Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Percetakan, Penerbitan, Media dan Informasi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP PPMI KSPSI) Sulawesi Utara meminta Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dan kepala daerah kabupaten/kota di Sulawesi Utara membantu perusahaan media dengan memberikan porsi yang besar dalam jasa media. Yaitu iklan dan advetorial. Tujuannya untuk membantu perusahaan media tempat bernaungnya para jurnalis tetap eksis di situasi saat ini.
”Banyak perusahaan media tutup karena tidak mampu lagi membayar pekerja, termasuk di dalamnya wartawan. Kalau banyak perusahaan media tutup membahayakan teman-teman jurnalis yang merupakan pilar keempat demokrasi, ” ujar Aswin.
Dia menambahkan, ini bukan memberi uang kepada wartawan. Tetapi membantu perusahaan tempat wartawan bekerja. ”Kasihan wartawan memperjuangkan banyak orang, kemudian mereka (wartawan) tidak diperhatikan, ” ujarnya.
Selain itu, ada penyerahan santunan program BPJS ketenagakerjaan kepada korban yang merupakan pekerja oleh Wagub Sulut bersama pimpinan BPJS Ketenagakerjaan Sulut.
Turut hadir dalam kegiatan ini Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Suhardi yang diwakili Irdam XIII /Merdeka Brigjen TNI Bagus Suryadi Tayo, Danrem 131/Santiago; Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip, Kabinda Sulut; Brigjen TNI Raymond Marojahan, Danlantamal VIII Manado Laksma TNI May Franky Pasuna Sihombing, Danlanudsri Manado Marsma TNI Antariksa Anondo, Kasiintel Kasrem 131/Santiago; Kolonel Arm Eko Pristiono, Dandim 1309/Manado Kolonel Arh Yozip Brozti Dadi, Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Sirait, Sekprov Sulut Tahlis Galang, Kaban Kesbangpol Provinsi Sulut; Johnny Alfrits Alexander Suak, Kadisnakertrans Sulut; Rachel Ruth Rotinsulu, Kadis Kominfo Sulut; Steven Evans Liow, Wali Kota Manado; Andrei Angouw, Kepala Basarnas Manado; George L.M. Randang, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manado; Sunardy Syahid, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manado; Betsy Magdalena Orlica Roeroe, pimpinan organisasi buruh di Sulawesi Utara serta tamu undangan.







