Pakai Kabasaran Diana Sondakh Juara Parade Budaya Nusantara, FKPT Sulut Utus 2 Peserta

FKPT Sulut saat menjuarai Parade Budaya Nusantara
FKPT Sulut saat menjuarai Parade Budaya Nusantara

MANADOTRIBUNE.COM, JAKARTA – Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Utara menjuarai Lomba Parade Budaya Nusantara yang diadakan Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) sebelum penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FKPT ke Xl di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Rabu (21/02/2023).

Bacaan Lainnya

Saat itu FKPT Sulut mengutus dua orang perwakilan yakni; Diana Amelia Sondakh, Satuan Tugas Keuangan sekaligus mewakili Sekretaris FKPT Sulut dan Aswin Donald Lumintang, Kabid Media Massa, Hukum dan Humas FKPT Sulut.

Saat itu Diana Amelia Sondakh dengan nomor urut 13 yang memakai  pakaian Adat Minahasa yakni Kabasaran yang merupakan Pakaian Perang Prajurit Minahasa atau Waranei lengkap dengan pedang dan tameng, pelindung kepala berbentuk ayam jantan serta atribut lainnya. Sukses mendapat penilaian tertinggi dari tim juri nasional.

Pakaian Adat Kabasaran ini memang sejak lomba akan dimulai telah menarik perhatian peserta Rakernas FKPT dari berbagai daerah lainnya. Terbukti, sebelum lomba Diana Amelia Sondakh yang memakai pakaian ini tak henti dimintai foto bersama di lokasi acara.

Diana awalnya mengikuti Parade bersama peserta lainnya. Kemudian masuk dalam lima besar. Kemudian dipilih tiga besar yang akhirnya dimenangkan oleh FKPT Sulut dengan baju adat Kabasaran tersebut.

Sedangkan peserta lainnya dari FKPT Sulut, Aswin Donald Lumintang yang memakai pakaian adat Minahasa lainnya yakni Karai, yang biasa dipakai saat menjamu tamu.

Pakaian adat ini berwarna merah dengan ikat pinggang berwarna kuning emas. Memakai penutup kepala berwarna merah dengan bagian tengah berwarna kuning emas.

Sayangnya langkah Aswin, terhenti di Parade Budaya tak sempat memasuki tahap wawancara.

Peserta Rakernas FKPT se-Indonesia foto bersama seusai Parade Budaya Nusantara
Peserta Rakernas FKPT se-Indonesia foto bersama seusai Parade Budaya Nusantara

Sementara itu Ketua FKPT Sulut, Max Togas SH MH mengatakan, pihaknya bersyukur bisa mengikuti Rakernas FKPT kali ini dan memenangkan Lomba Parade Budaya Nusantara yang diadakan oleh BNPT.

‘’Terima kasih BNPT dan terima kasih kepada para juri yang telah mempercayakan ke FKPT Sulut menjadi juara, ‘’ ujar Togas yang merupakan pengurus teras organisasi adat di Sulawesi Utara.

Personel FKPT Sulut lainnya yang hadir antara lain; Drs Denny Rantung; Wakil Ketua FKPT Sulut, Ridwan Hidayat; Kabid Pemuda dan Pendidikan FKPT Sulut, Merry Umboh, S.Pd; Kabid Perempuan dan Anak FKPT Sulut, Emro Najoan; mewakili Kabid Penelitian FKPT Sulut dan Tommy Saune; mewakili Kabid Agama FKPT Sulut.

Seperti diketahui  Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Bidakara Jakarta pada Selasa (21/24).

Rakernas BNPT Tahun 2024 mengusung tema “Melindungi Perempuan, Anak dan Remaja dari Ideologi Radikal Terorisme untuk mempercepat Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan” dengan tagline “BNPT Hadir untuk Perempuan, Anak dan Remaja Indonesia”.

Kepala BNPT

Berdasarkan temuan BNPT I-KHub yang telah dituangkan dalam I-KHub BNPT Counter Terrorism and Violent Extremism Outlook 2023, terdapat 3 kelompok yang rentan proses radikalisasi, yaitu Perempuan, Remaja dan Anak-Anak. Temuan tersebut sejalan dengan hasil penelitian Setara Institute tahun 2023 bahwa terjadi peningkatan kategori intoleran aktif dan terpapar di kalangan siswa SMA. Jika tidak dilindungi dari proses radikalisasi, kelompok rentan yang merupakan bagian dari penerus bangsa akan terpapar paham radikal sehingga justru menghambat tujuan Indonesia Emas 2045.

“Ketiga kelompok rentan tersebut adalah generasi penerus bangsa sehingga penting untuk dilindungi dari proses radikalisasi demi mencapai tujuan Indonesia Emas 2045,” ungkap Kepala BNPT RI, Komjen. Pol. Prof. Dr. H. Mohammed Rycko Amelza Dahniel, M.Si.

Perempuan, tambah Kepala BNPT berperan penting dalam pembinaan keluarga, sementara anak dan remaja merupakan generasi penerus penggerak pembangunan bangsa dan negara, termasuk pembangunan ekonomi. Oleh karenanya, tidak dapat dibayangkan jika ketiga kelompok rentan tersebut dalam jumlah besar terpapar paham radikal terorisme bahkan sampai melakukan tindakan pidana terorisme.

Kasus-kasus yang melibatkan perempuan dan anak dalam aksi-aksi terorisme telah terjadi seperti kasus Surabaya tahun 2018, dan sebagaimana kita saksikan bersama, memberikan dampak buruk bagi keamanan dan ketertiban masyarakat yang dibutuhkan untuk pembangunan ekonomi yang inklusif dan bekelanjutan. Itulah sebabnya Program Perlindungan Perempuan, Remaja, dan Anak-Anak menempati urutan pertama dalam 7 Program Prioritas BNPT tahun 2024 dan menjadi tema Rakernas BNPT pada tahun ini, bahwa BNPT hadir untuk melindungi Perempuan, Remaja, dan Anak-Anak.

Selain itu, BNPT juga memilki program-program prioritas lainnya yaitu Pembentukan Desa Siapsiaga, Pembentukan Sekolah Damai, Pembentukan Kampus Kebangsaan, Program Asesmen Pegawai dengan Tugas Risiko Tinggi, Program Penanganan Warga Negara Indonesia yang Terafiliasi Foreign Terrorist Fighter (FTF) dan Program Reintegrasi dan Reedukasi Mitra Deradikalisasi serta Keluarga di Luar Lapas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *