JAKARTA, MANADOTRIBUNE.COM – Ketua BPMS GMIM, Pdt Dr Hein Arina ikut memberikan beberapa pertanyaan kritis kepada Megawati Soekarnoputri dalam satu dialog kebangsaan.
Sedangkan pimpinan gereja di Papua memuji keberadaan Megawati yang selalu memperhatikan kaum minoritas dan terpinggirkan.
Menariknya dia mengaku sebagai anak buah Olly Dondokambey dan siap melaksanakan tugas yang diberikan.

Seperti diketahui dalam Dialog Kebangsaan di Hotel Internasional Borobudur, Senin (20/11/2023), Presiden Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri sebagai pembicara dan Prof Dr (H.C) Olly Dondokambey; selaku Ketua Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak (PKB) Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Dr Yasonna Laoly; MenkumHAM serta Pimpinan Gereja dan Pria Kaum Bapa Se-Indonesia telah terlaksana dengan sukses dan memberi banyak manfaat bagi bangsa ini.
Saat itu Olly Dondokambey memberikan sambutan dan gambaran soal kegiatan Dialog Kebangsaan serta sejarah Gereja Protestan di Indonesia.

Megawati memberikan materi tentang bangsa Indonesia yang menurut beliau sangat luar biasa. Mega memaparkan kondisi bangsa ini sejak kemerdekaan hingga kondisi saat ini. Megawati menyampaikan panjang lebar soal Politik ditinjau dari etika dan moral. Megawati juga menceritakan sikap dan tindakan politik sejak dia memimpin Partai ini (PDI, Promeg sampai PDI Perjuangan) yang penuh dengan intrik dan tantangan.
Beberapa pemimpin gereja di tanah air ikut memberikan pertanyaan. Di antaranya Ketua Sinode GMIM; Pdt Dr Hein Arina, pimpinan gereja dari Papua dan lainnya.
Yasonna juga ikut memberikan beberapa pencerahan terkait gereja di Indonesia. Termasuk sikap gereja di pesta demokrasi yang sedang memasuki proses tahapan hingga 2024 mendatang.
Tampak hadir Wakil Ketua I FK PKB PGI; Pdt Lucky Rumopa, Victor Rompas dari unsur PKB KGPM dan lainnya.






