MANADOTRIBUNE. COM – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sulawesi Utara Densus 88 Anti Teror Polri menggelar kegiatan sosialisasi bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Manado, dengan tujuan memperkuat sinergi pemberantasan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di Kota manado.
Kegiatan berlangsung di Youth Center, Kota Manado, Sulawesi Utara, pada, Kamis (27/11/2025), pukul 11.00 s.d 12.30 Wita bersama Pemuda se-Kota Manado.
Hadir dan memberikan materi dalam kegiatan tersebut, Kasatgaswil Sulut Densus 88 AT Polri AKBP I Nyoman Sarjana, S.I.K.,M.A.P, beserta Tim Satgaswil Sulut.
Kemudian dari Dispora Kota Manado dan Pemuda Kota Manado terlibat dengan menghadirkan peserta.
Drs Victor J Sinjal, M.Si, Kepala Bidang Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Manado mengatakan, pentingnya kita mengetahui bagaimana melakukan pencegahan ancaman radikalisme dan terorisme di lingkungan Dispora dan di lingkuan Pemuda.
“Kami Dispora Kota Manado siap berkolaborasi dengan Densus 88 AT Polri dalam pencegahan paham IRET, ” ujar Victor menegaskan.
“Kami juga berharap sinergi dengan Densus 88 dapat memperkuat pengawasan terhadap kegiatan Pemuda Kota Manado, ” ujarnya lagi.

AKBP I Nyoman Sarjana, S.I.K.,M.A.P
Kasatgaswil Sulut Densus 88 AT Polri, AKBP I Nyoman Sarjana, S.I.K.,M.A.P menjelaskan, bahwa Densus 88 saat ini menjalankan dua pendekatan utama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme.
Pertama, soft approach melalui pembinaan kepada narapidana terorisme (napiter), eksnapiter, serta penyadaran masyarakat terhadap bahaya paham IRET.
Kedua, hard approach melalui penegakan hukum terhadap jaringan pelaku terorisme.
I Nyoman juga mengajak Dispora dan Pemuda Kota Manado untuk berperan aktif.
“Peran Dispora dan Pemuda sangat strategis dalam membangun narasi tandingan terhadap ideologi kekerasan yang masif dipropagandakan di media sosial. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan kita sendiri,” ujar Kasatgaswil, Kamis, (27/11/2025).
Kami juga menyampaikan kepada Pemuda bahwa saat ini Tren Modus Baru Aksi Teror yaitu menargetkan rekrutmen pemuda yang sedang dalam pencarian jati diri, identitas serta menempatkan perempuan dan anak sebagai pelaku aksi teror.
Karena itu, sangat penting peran dari Pemuda untuk mencegah Paham IRET.
I Nyoman pun mengajak agar Dispora dan Pemuda mencegah beredarnya Paham IRET dengan melaporkan konten radikan ke call center Satgaswil Sulut Densus 88 at Polri (0821-9377-2488 call center wa)
Kedua pihak sepakat bahwa upaya pencegahan paham IRET tidak dapat dilakukan oleh aparat keamanan semata, namun memerlukan keterlibatan seluruh elemen bangsa — termasuk kalangan mahasiswa, tokoh agama, media, dan masyarakat luas.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung dengan penuh semangat Pemuda ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara Satgaswil Sulut Densus 88 AT Polri dan Dispora serta Pemuda Kota Manado.(ado)







