Sekkot Manado, Ulyas Taha hingga Densus 88 Bicara Agama, Intoleransi dan Paham Radikalisme

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar sosialisasi meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengawasan  aliran kepercayaan dan keagamaan (Pakem) serta pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstrimisme dan terorisme (IRET) demi menjaga kerukunan di Kota Manado yang diadakan di Hotel Grandpuri, Kamis (20/11/25).
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar sosialisasi meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengawasan  aliran kepercayaan dan keagamaan (Pakem) serta pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstrimisme dan terorisme (IRET) demi menjaga kerukunan di Kota Manado yang diadakan di Hotel Grandpuri, Kamis (20/11/25).

MANADOTRIBUNE.COM – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar sosialisasi meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengawasan  aliran kepercayaan dan keagamaan (Pakem) serta pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstrimisme dan terorisme (IRET) demi menjaga kerukunan di Kota Manado yang diadakan di Hotel Grandpuri Manado, Kamis (20/11/25).

Pada kesempatan ini Kaban Kesbangpol Kota Manado Drs Sonny Takumansang, M.Si  menghadirkan beberapa narasumber yang sesuai dengan tema, tujuan serta target capaian

Sejumlah nara sumber tersebut antara lain; AKBP Joko Dwi Harsono, S.IK., M.Hum; Kasubdit Kontra Radikal Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Mabes Polri serta Dr. Rida Hesti Ratnasari, M.Si , CRGP; Pemerhati HTI Pusat.

Sebelumnya Sekretaris Daerah Kota Manado, dr Steaven Dandel dalam sambutannnya menyampaikan Kota Manado bisa menjadi port point pihak asing memasukkan barang terlarang seperti narkoba yang di mulai dengan proxy war lewat ideolagi dan ajaran yang bisa merusak ketentraman kota.

“Jika Manado kacau maka pihak asing akan mudah memasukkan barang-barang yang mereka kehendaki seperti narkoba dan lainnya,” ujar Sekkot Dandel.

Untuk itu, lanjut Sekkot, sosialisasi ini sangat penting untuk memahami bersama potensi bahaya proxy war dan memantau paham-paham yang bisa menyebabkan perpecahan di masyarakat.

“Lewat pertemuan ini kita semua akan mendapatkan ilmu dari para ahli tang memiliki kompetensi bagaimana mendeteksi potensi perpecahan akibat paham dan ajaran keagamaan,” ujarnya meyakinkan.

Beberapa pembicara lainnya yang membahas tentang pentingnya belajar dan memahami agama dengan benar oleh Dr. H. Ulyas Taha, M.Pd.I, Kepala Kantor Kemenag Sulut.

Ulyas juga menyentil pentingnya keterlibatan tokoh agama, FKDM, FKPT dalam menjaga toleransi dan penyebaran paham radikalisme dan terorisme. ‘’Biarkan tokoh agama, FKDM, FKPT merawat kerukunan, kebersamaan. Mewaspadai intoleran dan bahaya paham radikalisme dan terorisme. Ingat, kalau masyarakat sudah terprovokasi dan kita lengah harganya lebih mahal. Kalau sudah main rusak fasilitas, bakar-bakaran itu sangat berbahaya, ‘’ ujarnya.

Pencerahan lainnya diutarakan; Arthur Piri SH, MH (kasie Intel Kejari Manado), AKBP I Nyoman Sarjana, S.IK, M.AP; Kasatgaswil Sulut Densus 88. AT POLRI.

Kemudian ada Kapolres Boltim; Golfrled Hasiholan, SH, M.Si, Kepala Badan Kesbangpol Manado, Drs. Sonny M.Takumansang, M.Si dan Kabid Ekososbud Agama dan Ormas; Harter Nelwan, M.Ec.Dev

Peserta yang hadir antara lain; FKUB Kota Manado, FPK Kota Manado, ⁠FKDM Kota Manado, Camat dan Lurah, Tokoh- Tokoh Agama, MUI, GMIM, Walubi, Matakin, Parisada Hindu Dharma Indonesia(PHDI).(ado)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *