MANADOTRIBUNE.COM – Demo Damai yang akan diadakan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) di Jakarta pada, Selasa, 29 September 2026 besok, ikut direspons pimpinan buruh pekerja di Sulawesi Utara. Hal ini terungkap ketika Ketua KASBI Sulut, Fanuel Nalang dalam pertemuan dengan Dirintelkam Polda Sulut, Kombes Pol Malpa Malacoppo, SH, SIK, MIK mengatakan, pihak KASBI Sulut sudah mendapatkan surat yang menyatakan akan diadakan demo buruh secara besar-besaran di Jakarta Selasa, besok.
Fanuel Nalang pun mengatakan, pihaknya (KASBI) bersama serikat buruh pekerja yang masuk dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia akan melakukan hal sama di Sulawesi Utara.
Hal ini kemudian berkembang, ketika Sekretaris DPD KSPSI Sulut, Aswin Lumintang mengusulkan diadakan gerakan yang sifatnya mendukung aksi demo 20.000 massa KBPBI tetapi bukan demo seperti yang sudah dilakukan pada tanggal 10 September 2026 lalu di DPRD Sulut dengan dimotori KSPSI AGN Sulawesi Utara, melainkan dialog dengan pimpinan DPRD Sulut, Pimpinan Partai Politik dan stakeholder lainnya.
Diskusi pun berkembang dan menyetujui tidak dilakukan demo besar-besaran, melainkan dialog. ”Saya kira melihat situasi saat ini memang yang paling pas adalah merespons gerakan teman-teman di Jakarta dengan menggelar dialog terkait 11 tuntutan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia, ” ujar Sekretaris Wilayah KSBSI Sulut, Romel Sondakh.
Ikut Hadir dalam pertemuan itu Jim Robert Tindi, Ketua KPBI Sulut, Quin Youke, Ketua Pengurus Cabang FSP PPMI SPSI Manado, Bung Ances, Ketua Bidang Pendidikan KASBI Sulut dan Emerson Baali, Wakil Sekretaris Pengurus Cabang FSP PPMI SPSI Manado dan aktivis buruh pekerja lainnya.

Terkait aksi ini Dirintelkam Polda Sulut, Kombes Pol Malpa Malacoppo, SH, SIK, MIK mengatakan, pihaknya tidak pernah melarang adanya aksi demo, dialog dan kebebasan berpendapat di ruang publik lainnya.
”Asalkan aksi demonya damai, tidak mengganggu hak-hak warga lainnya dan sesuai ketentuan kami persilahkan, ” ujar Malpa tegas.
Dia pun memastikan, pihaknya akan mengawasi gerakan buruh pekerja. ”Kita ini kan teman. Jadi silahkan teman-teman aktivis buruh pekerja melakukan aspirasi terkait permintaan disahkannya RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, ” ujarnya menutup perbincangan.(ADO)






