Oleh: Aswin Lumintang
MEMASUKI babak 32 besar di Piala Dunia 2026. Dari sembilan tim yang menjadi utusan Benua Asia (Jepang, Australia, Korea Selatan, Iran, Irak, Qatar, Arab Saudi, Yordania, Uzbekistan). Tinggal Jepang dan Australia yang tersisa.
Ini menunjukkan tim-tim dari Benua Kuning masih harus bekerja keras untuk bisa bersaing dengan tim dari Eropa dan Amerika Latin di Piala Dunia.
Meski begitu tampilan Jepang di fase group patut diacungi jempol. Di laga pembuka tim berjuluk Samurai Biru ini mampu menahan imbang 2-2 De Oranje, Belanda.
Kemudian menghancurkan wakil benua Afrika, Tunisia 4-0. Dan, terakhir seri dengan Swedia.
Performa tim besutan Hajime Moriyasu yang tidak pernah tersentuh kekalahan di fase group menunjukkan kematangan teknis dan mental tim ini.
Karena sesungguhnya Timnas Jepang berisi deretan pemain yang sedang berkarier di liga-liga top Eropa. Semisal Takefusa Kubo, gelandang serang lincah dan kreatif yang bermain di Real Sociedad, Ritsu Doan, pemain sayap eksplosif Eintracht Frankfurt dan lainnya.
Sayangnya tim ini di 32 besar langsung berhadapan dengan Brasil. Yang dikenal sebagai tim tersukses di Piala Dunia dengan 5 kali meraih juara di event empat tahunan ini.
Tim besutan Carlo Ancelotti ini menjuarai Grup C. Setelah ditahan imbang Maroko dan menang atas Haiti dan Skotlandia. Sehingga di fase knock out, 32 besar bertemu Jepang yang merupakan runner-up group F.
Apakah Jepang akan mampu mengalahkan Brasil? Dalam sepakbola tak ada yang tidak mungkin. Justru kejutan dalam permainan sepakbola yang membuat permainan ini banyak penggemarnya.
Karena itu, sebagai bagian dari sesama benua Asia. Mari kita tunggu apakah Jepang akan mampu meredam Tim Samba, yang diperkuat Vinicius Junior, Gabriel Martinelli, Neymar dan lainnya.
Sejauh ini tim dari Asia yang mampu melangkah hingga semifinal, Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Jepang dan Korsel.
Miris memang, karena negara-negara dari Timur Tenga yang banyak mewakili Asia seperti Arab Saudi, Qatar, Iran, Irak, Jordania belum bisa berbicara banyak.
Sedangkan Korea Selatan kecil peluang bisa masuk 8 peringkat tiga terbaik. Begitu juga Uzbekistan, negara pecahan Uni Soviet (dulu) ini menghuni dasar Group K putaran final Piala Dunia.*








