Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Ceritakan Perkembangan Timnas Indonesia Bersama John Herdman 

John Herdman
John Herdman.

MANADOTRIBUNE.COM,JAKARTA — Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks mengungkap peran besar yang diberikan sang pelatih John Herdman ke tim.

Usai menjuarai ajang FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Timnas Indonesia, Kevin Diks menilai John Herdman filosofi hingga cara bermain yang diberikan sudah sangat jelas.

Ia bahkan menilai dibawah komando langsung dari mantan pelatih Timnas Kanada ini, timnya sudah kompak dan berada di jalur yang sama.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kevin Diks dalam wawancara media round table yang difasilitasi oleh Bundesliga pada Rabu (14/10/2026) malam

Diks bahkan menilai lingkungan performa tingkat tinggi Timnas Indonesia bersama John Herdman sangat prima. 

Hal tersebut memungkinkan skuad Garuda berkembang terus sejak pertama sang pelatih datang pada awal tahun hingga menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.

“Pertama-tama, bagi saya, semuanya sudah sangat jelas sejak awal. Saya sangat antusias bekerja bersamanya,” kata Kevin Diks.

“Kami memiliki kelompok pemimpin di dalam tim dan mengadakan pertemuan untuk membahas bagaimana kami ingin bermain,” ungkapnya.

“Saya rasa semua orang cukup antusias dan ingin menerapkan ide-idenya,” sambungnya.

Sebelum mencapai hal ini, pemain keturunan ini juga mengakui soal adanya penyesuai yang terlebih dahulu dilakukan dan itu normal.

“Pada latihan pertama, situasinya memang sedikit kacau karena semua orang ingin mencoba dan memahami apa yang dia inginkan,” tuturnya.

Keberhasil Raih Juara

Kapten Borussia Moenchengladbach ini juga memberikan komentar usai meraih gelar juara bersama Skuad Garuda.

Diks mengungkap keberhasilan mengangkat trofi pertama sejak 1991 menjadi bukti kesuksesan metode sang pelatih.

“Namun, pada akhirnya semuanya menjadi sangat jelas. Semua orang memiliki pemahaman sama dan bergerak ke arah sama,” sebutnya.

“Saya rasa itu sangat membantu,” ujar bek yang baru berusia 30 tahun tersebut. 

“Menurut saya, keberhasilan meraih trofi juga menunjukkan hal tersebut. Bukan tanpa alasan kami akhirnya bisa memenangkan trofi setelah enam kali kalah di final,” terangnya.(Erfyansyah/fajar) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *