Tommy Sampelan: BPMS GMIM Harus Ada Kerendahan Hati, Saling Mendoakan

Pnt Tommy Sampelan, SE, Sekretaris BPMJ GMIM Kalvari Pineleng
Pnt Tommy Sampelan, SE, Sekretaris BPMJ GMIM Kalvari Pineleng

MANADOTRIBUNE. COM – Menyikapi persoalan yang terjadi di BPMS GMIM yang merupakan Gereja terbesar di Sulawesi Utara, mengundang keprihatinan terutama dari warga gereja tersebut.

Di antaranya diutarakan Pnt Tommy Sampelan SE, yang merupakan Utusan Pelsus Wilayah Pineleng.

“Sudah pasti setiap organisasi memiliki dinamika, demikian juga dengan GMIM. Namun tetap harus diupayakan langkah-langkah solutif dan damai sejahtera, bukan dengan cara destruktif serta hujatan yang akhirnya dapat berdampak buruk bagi pelayanan di gereja ini, ” ujar Sampelan dengan mimik prihatin.

Sampelan mengatakan, sebaiknya perbedaan pendapat maupun sikap yang terjadi dalam tubuh BPMS GMIM diselesaikan dengan roh kerendahan hati, kasih dan saling mendoakan. Karena inilah yang membedakan kita dengan organisasi sekuler lainnya.

“Jujur sebagai warga Gereja, saya sangat prihatin atas kondisi BPMS GMIM saat ini. Karena adanya saling klaim paling benar dan telah menciptakan polarisasi kelompok. Ini tidak baik dan akan mengganggu pelayanan organisasi ke depan, ” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Sampelan yang merupakan Sekretaris BPMJ Kalvari Pineleng mengakui, mereka yang duduk sebagai BPMS GMIM merupakan orang pilihan yang memiliki legitimasi yang kuat. Sehingga sangat penting mereka harus mampu menghadirkan keteladanan dan menjadi role model kepemimpinan.

“Rekonsiliasi merupakan jalan terbaik menyelesaikan persoalan ini. Harus dimulai dengan evaluasi bersama dan keterbukaan antar BPMS melalui komunikasi yang sehat, ” ujar Sampelan meyakinkan.

Pnt Tommy Sampelan, SE, Sekretaris BPMJ GMIM Kalvari Pineleng
Pnt Tommy Sampelan, SE, Sekretaris BPMJ GMIM Kalvari Pineleng

Terakhir, Pnt Tommy Sampelan yang saat ini menjalani periode ke 5 sebagai Pelayan Khusus GMIM mengharapkan supaya BPMS kembali fokus pada Misi Gereja bukan ego masing-masing. Karena Pelayanan Gereja tentang jiwa dan kemuliaan Tuhan. Harus melembutkan ego dan mengembalikan motivasi pelayanan yang benar. Ingat ketika jemaat sedang memasuki perayaan Minggu-Minggu Adven, mereka pasti sedih dan Tuhan pun menangis melihat GMIM saat ini.(ado)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *