ManadoTribune.com-Kemeriahan nampak di Jalan Sam Ratulangi 9, Kelurahan Wenang Selatan Kota Manado.
Lokasi yang lebih terkenal dengan istilah Kampung Kakas ini ternyata sedang dilaksanakan iven Figura.
Pelaksanaannya yakni muda-mudi Borgo Kampung Kakas.
Leon Johassan ketua panitianmenuturkan dirinya terpanggil untuk melestarikan budaya para ‘tua-tua’ (leluhur) Borgo.
Menurutnya di era digitalisasi saat ini, perkembangan teknologi jangan menggerus nilai-nilai budaya.
“Seperti yang kita tahu bahwa, di era digital seperti sekarang dapat dengan cepat mengikis nilai-nilai budaya yang sudah ditinggalkan para pendahulu kita. Maka dari itu, kami muda-muda Borgo terus akan melestarikan budaya ini sehingga tidak hilang ditelan zaman moderen,” ujar dia saat pelaksanaan figura Sabtu, 27 Januari 2024.
Leon menuturkan ada 30 peserta yang mengikuti figura. Mulai dari anak-anak kecil hingga orang tua.
Michelle Marcus sekretaris panitia dan Senta Takapente bendahara panitia menambahkan anak muda harus membangun Kota Manado dengan hal-hal positif seperti melestarikan budaya yang sudah ada sejak lama.
Sementara itu Julio Lombogia peserta figura mengatakan dia setiap tahun mengikuti iven ini. “Mari kita jaga budaya supaya tidak hilang,” kata dia.
Salah satu suku yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu di kota ini yakni Suku Borgo.
Suku ini sering juga disebut bangsa Indo-Eropa.
Etnis Borgo merupakan keturunan pendatang dari berbagai bangsa Eropa diantaranya Portugis, Spanyol, Belanda, Prancis, Jerman. Bangsa Eropa sewaktu melakukan pelayaran ke berbagai belahan dunia juga ikut masuk ke pantai Sulawesi Utara termasuk pantai Manado yang diperkirakan terjadi di tahun 1500-an. Ada begitu banyak budaya Borgo yang masih dipegang oleh warga satu diantaranya yakni figura.
Figura merupakan rangkaian acara ‘kunci taong’. Tradisi ini sudah sejak lama. Tradisi ini dibilang unik lantaran pria memakai pakaian wanita dan wanita memakain pakaian pria. Bukan itu saja beberapa peserta dari parade ini membawa alat musik seperti Gitar, Jug atau ukulele, tambor, biola untuk mengantar peserta figura yang berpakaian ‘aneh’ tersebut.
Figura diadakan setiap awal tahun atau di bulan Januari. Ini merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang sudah menyertai di tahun yang sudah lewat.







