MANADOTRIBUNE.COM – Sebelum penyelenggaraan puncak Hari Buruh Internasional (May Day) di Sulawesi Utara, Senin (4/5/2026) di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Sulawesi Utara menggelar demo damai dengan titik kumpul samping Kantor BSG Marina.
Ratusan pendemo yang dipimpin Aswin Lumintang selaku Koordinator Lapangan (Korlap) dengan Johanes George, Wakorlap bersama Willem Luntungan, Ketua FSP PPMI SPSI Minahasa Utara.
Pada kesempatan itu Aswin Lumintang yang juga Ketua PD FSP PPMI SPSI Sulut meminta Gubernur Sulut, Mayjen (Purn) Yulius Selvanus, SE menindaklanjuti pembentukan Satuan Tugas PHK, seperti yang diinginkan Presiden Prabowo Subianto.
‘’Kami meminta Pak Gubernur YSK segera membentuk Satgas PHK, seperti yang menjadi keinginan Presiden Prabowo. Saat ini banyak rakyat yang di-PHK, sehingga terjadi banyak pengangguran. Jadi adanya Satgas PHK sangat mendesak, ‘’ ujar Aswin yang juga Sekretaris KSPSI AGN Sulut.
Hal lainnya yang disorot Aswin adalah masalah outsorcing yang merugikan buruh pekerja, upah rendah dan tidak manusiawi, mendukung proses hukum para koruptor, karena mereka salah satu penyebab rakyat menjadi miskin dan sulit.
Aswin juga menyentil terkait pelecehan perempuan di tempat bekerja dan lainnya.
Hal yang sama juga disentil oleh Johanes George, Sekretaris FSP NIBA SPSI Sulut. Dia pun mengajak momentum May Day, menjadi tonggak lebih semangat dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan buruh.
‘’Negara harus hadir memberikan keadilan bagi buruh pekerja. Alasannya setiap terjadi perselisihan antara buruh pekerja dan pemilik perusahaan, selalu yang terpojok dan dirugikan adalah buruh. Untuk itu, negara harus membantu buruh pekerja mendapatkan keadilan, ‘’ ujar Janes sapaan akrabnya.

Sementara itu Wellem Luntungan menyentil tingginya harga BBM terlebih jenis solar, sehingga menyulitkan pekerja. ‘’Kalau BBM terutama solar mahal dan langkah, Ini juga akan berdampak kepada buruh pekerja. Ini akan menyulitkan pekerja jasa angkutan, ‘’ ujar Willem,
Ketua FSP PPMI SPSI Minut ini meminta aparat keamanan menyelidiki seringnya terjadi kelangkaan solar. ‘’Saya kira Pertamina harus bertanggungjawab, dan kami berencana akan melakukan demo dengan jumlah besar terkait persoalan ini, ‘’ ujarnya meyakinkan.
Tampak juga di lokasi Ketua KSPSI AGN Sulut, Tommy Sampelan, SE dan beberapa pengurus federasi yang beraliansi di KSPSI AGN serta lainnya.






