MANADOTRIBUNE.COM – Gresty Natalia Maria Masi terpilih sebagai Ketua Wanita Kaum Ibu (WKI) Jemaat GMIM Sion Ranomuut periode pelayanan 2027–2031.
Saat pemilihan Pelayan Khusus (Pilpelsus) yang berlangsung Minggu (18/10/2026), Gresty meraih suara terbanyak dari pemilih W/KI jemaat (sidi jemaat) yang ada di gereja tersebut.
Menariknya saat Pemilihan aras P/KB Jemaat, James Karinda, SH, MH, kembali dipercaya memimpin Pria Kaum Bapa (P/KB) Jemaat GMIM Sion Ranomuut untuk periode pelayanan 2027–2031.
Hasil pemilihan ini menempatkan dua figur tersebut dalam kepemimpinan kategorial jemaat yang memiliki 31 kolom, berdasarkan data Dashboard GMIM.
Terpilihnya Gresty menambah ruang pengabdiannya di bidang organisasi dan pelayanan masyarakat. Gresty dikenal sebagai akademisi keperawatan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) sekaligus Ketua DPD Srikandi Jaga Desa Sulawesi Utara.
Selain menjalankan tugas di lingkungan akademik dan memimpin Srikandi Jaga Desa Sulut, Gresty juga aktif dalam organisasi perempuan dan alumni.
Ia disebut mengemban tugas sebagai Sekretaris Dharma Wanita Fakultas Kedokteran Unsrat serta pengurus Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI).
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Gresty dalam menjalankan tanggung jawab di lingkungan profesional, organisasi, dan pelayanan gereja. Sementara itu, terpilihnya kembali James Karinda menandai keberlanjutan kepemimpinannya dalam pelayanan P/KB GMIM Sion Ranomuut.
James dikenal pernah menjabat Panglima Panji Yosua P/KB Sinode GMIM periode 2018–2022. Rekam jejak tersebut menjadi bagian dari kiprahnya dalam pelayanan kategorial kaum bapa di lingkungan GMIM.
Kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya menjadi kesempatan untuk melanjutkan pelayanan bersama anggota P/KB di tingkat jemaat. WKI dan P/KB merupakan dua kategorial yang memiliki peran penting dalam kehidupan bergereja.
Keduanya menjadi ruang bagi anggota jemaat untuk memperkuat persekutuan, membangun kebersamaan, dan mengambil bagian dalam pelayanan.
Pemilihan Gresty Masi dan James Karinda untuk periode 2027–2031 menjadi awal bagi kepengurusan baru dalam menjalankan tanggung jawab tersebut.
Dengan dukungan anggota jemaat, kepemimpinan keduanya diharapkan dapat melanjutkan program pelayanan serta memperkuat keterlibatan WKI dan P/KB dalam kehidupan gereja dan masyarakat.(ADO)






